BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha menyatakan prohatin dan mengutuk keras aksi pemukulan petugas pemulasaran jenazah diduga pasien Covid-19 di Palangka Raya.
"Saya prihatin dan mengutuk aksi pemukulan terhadap petugas pemulasaran jenazah Kota Palangka Raya yang terjadi siang ini. Seharusnya kalau pihak keluarga tidak terima, diselesaikan ketika di rumah sakit," kata Ridha pada Selasa, 21 Juli 2020.
Memang sejak siang beredar video yang menunjukkan beberapa orang petugas berpakaian hazmat yang dianiaya oleh beberapa pria pada sebuah pemakaman.
"Harusnya selesai di Rumah Sakit, bukan ketika sudah menyetujui semua protokol, namun berbeda ketika pelaksanaan pemakaman. Karena para petugas tersebut hanya relawan, hanya petugas lapangan yang dimintai tolong untuk melaksanakan pemakaman sesuai protokol. Dan mereka telah mewakafkan jiwa dan raganya untuk kemanusiaan. Tidak layak diperlakukan demikian," kecam Politisi PAN ini lagi.
Menurut Ridha yang geram melihat video yang beredar tersebut, semua petugas dipukuli, bahkan ada yang sampai pingsan di tempat, serta petugas perempuan yang bertugas melakukan peliputan tidak luput dari sasaran pemukulan.
--page
"Semoga segera ada evaluasi terhadap protap pengawalan terhadap pemulasaran jenazah, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








