SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur prihatin Kotim masih memiliki peredaran narkoba yang besar. 

"Memprihatinkan dengan peredaran Narkoba yang tidak pernah ada habisnya. Penegakan hukum yang saya kira sudah dilakukan oleh jajaran kepolisian ini masih belum memberikan efek jera kepada pelakunya, "katanya, Jumat, 24 Juli 2020.

Menurutnya, tentu ada yang salah sehingga hukuman belum memberikan efek jera. Apalagi selama ini pengendalian sabu masih banyak dilakukan para terpidana yang mendekam dibalik jeruji besi. 

"Yang aneh lagi justru para napi bisa kendalikan peredaran barang haram itu di luar. Para napi narkoba ini masih memiliki kekuatan luar biasa sampai bisa seperti itu, " tegasnya.

Bahkan itu menandakan penjara bukan lagi hal yang menakutkan bagi para bandar maupun pengedar. Bisnis mereka tetap jalan meski secara fisik sedang berada dalam kurungan. 

--page

"Ini berarti jaringan bandar itu memiliki sistem yang rapi meski bos di dalam sel anak buah masih bekerja,"tegasnya.

Dia menyarankan untuk urusan itu hendaknya jangan berharap penuh kepada polisi. Hendaknya lembaga lainnya seperti BNK, BNNK, ormas bisa aktif di Kotim bersama-sama memerangi peredaran barang haram tersebut. 

"Kita mesti perangi bersama. Ini tidak hanya urusan polisi sendiri. Partisipasi dan dukungan publik juga jadi modal besar bagi penegak hukum, kalua kita biarkan sampai kapan tidak akan tuntas," pungkasnya. (NACO/B-6)