BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Desa Patung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur mengalami kendala dalam pengembangan budidaya ayam petelur. Pasalnya, anggaran yang disiapkan tidak mencukupi untuk pembelian pakan. Padahal ayam-ayam tersebut belum mencapai usia produksi.
Kepala Desa Patung, Kristinus mengungkapkan, pihaknya hanya menganggarkan sebesar Rp 70 juta dari Dana Desa untuk pengembangan ayam petelur.
"Anggaran sebesar itu kami gunakan untuk membeli bibit ayam petelur 210 ekor," kata Kristinus di Desa Patung, Sabtu, 8 Agustus 2020.
Selain untuk membeli bibit ayam, juga digunakan untuk membangun kandang baterai dan membangun gudang tempat penyimpan pakan.
Kristinus mengaku, anggaran sebesar Rp 70 juta tersebut tidak cukup untuk membeli pakan hingga ayam mulai bertelur. Namun pihaknya tetap berusaha agar program ayam petelur tersebut berjalan dengan baik.
--page
"Anggaran Rp 70 juta sebenarnya tidak cukup. Jadi kami menyiasati dengan mengalihkan uang untuk membeli pakan, digunakan membangun kanopi dan gudang penyimpanan pakan. Sementara anggaran untuk pakannya kami berhutang dulu," imbuhnya.
Kristinus menjelaskan, untuk membayar utang pakan tersebut, pihaknya akan menganggarkan lagi di APBDes Perubahan.
"Selain untuk melunasi utang pakan, pada APBDes perubahan juga dianggarkan untuk memasang sambungan listrik. Kami anggarkan nanti sekitar lebih kurang Rp 13 juta," ungkapnya.
Dia berharap, upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dapat membuat program ayam petelur itu berhasil dan berkembang dengan baik.
"Saat ini memang ayamnya belum bertelur karena usia ayamnya baru 17 minggu, semoga saja pada usia 18 minggu nanti mulai bertelur," pungkasnya. (BOLE MALO/B-11)








