LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Hendra Lesmana memantau simulasi pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau sejak sekian lama siswa harus belajar di rumah.

Simulasi pembelajaran secara tatap muka yang dipantau itu berlangsung di SMPN 2 Menthobi Raya, Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Selasa 18 Agustus 2020.

Dalam pantauannya, para siswa yang datang ke sekolah kini harus berbekal alat pelindung diri berupa masker, face shield, hingga handsanitizer. Sebelum masuk lingkungan sekolah, siswa juga hanya boleh melewati satu akses keluar masuk dan wajib melalui proses pemeriksaan suhu tubuh dari petugas yang dilengkapi thermo gun.

Sebelum masuk kelas, semua siswa juga diwajibakan mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disiapkan. Di dalam kelas, para siswa juga harus duduk di kursi masing-masing dengan jarak yang telah diatur.

"Hari ini kita bisa lihat langsung simulasi pembelajaran dengan sistem tatap muka di masa pandemi Covid-19. Jika dilihat secara umum, alhamdulillah semuanya sudah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun tentu harus terus kita evaluasi secara berkala," kata Hendra di sela kegiatan.

--page

Dia mengatakan, pilihan untuk kembali mengaktifkan pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 memang cukup berisiko, karenanya penerapan protokol pencegahan Covid-19 harus betul-betul disiapkan secara matang. Salah satunya dimulai dengan adanya simulasi yang harus terus dievaluasi. 

Sementara, Kadis Dikbud Lamandau Abdul Kohar meneyebut, atas adanya rekomendasi terbaru dari 46 sekolah tingkat SLTP di Kabupaten Lamandau 36 diantaranya telah mulai kembali menerapkan sistem pembelajaran secara tatap muka dengan menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19. Adapun 10 SLTP lainnya masih dalam masa persiapan. 

"Untuk sekolah tingkat SD (Sekolah Dasar) dari 112 sokalah yang ada di Kabupaten Lamandau baru 54 diantaranya kembali dibuka (belajar dengan tatap muka). Adapun untuk lembaga pendidikan setingkat PAUD hingga saat ini belum kita buka," sebutnya.

Meski sebagian besar sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka selama masa percobaan ini, kata Kohar, namun ada beberapa penyesuaian lain yang dilakukan, diantaranya adalah durasi waktu untuk setiap jam pelajaran yang dipersingkat menjadi 20 menit untuk setiap jam pelajaran. (HENDI NURFALAH/B-11)