KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama unsur terkait berupaya maksimal untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Apalagi, Seruyan pada 2019 lalu menempati urutan ke 2 dari 14 kabupaten/kota di Kalteng untuk jumlah hot spot.

Berdasarkan data 2019 lalu, ada 3.453 hotspot dan 279 kasus karhutla dengan luasan lahan yang terbakar lebih dari 2.000 hektare.

“Karhutla tahun lalu menjadi catatan khusus bagi kita untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan agar tidak terulang di tahun 2020 ini,” tegas Bupati Seruyan, Yulhaidir, Minggu, 23 Agustus 2020.

Bupati Seruyan mengatakan, pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak akan efektif apabila hanya mengandalkan pemerintah maupun TNI Polri.

“Peran serta masyarakat penting untuk turut membantu upaya pencegahan dan penanggulangannya," tegas Yulhaidir.

--page

Terkait itu, pemkab bersama instansi terkait juga akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan membakar lahan. (FAHRUL/B-11)