KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno meminta para kepala desa (kades) gencar melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah untuk mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Selain itu, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta berhati-hati saat menyalakan api ketika beraktivitas di kawasan hutan,” kata Bupati Wiyatno di Kuala Kapuas, Senin.

Hal itu disampaikannya saat bersama rombongan melakukan pengecekan areal terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kapuas Murung dan Dadahup.

Terkait penanganan karhutla di wilayah Kapuas Murung dan Dadahup, Wiyatno menekankan pentingnya peran aktif para kades dalam mengawal upaya pencegahan.

Selain pencegahan karhutla, ia juga berpesan kepada seluruh kepala desa agar memberikan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah, salah satunya program cetak sawah.

“Saya juga meminta para kades untuk terus semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta tanggap terhadap pemeliharaan maupun perbaikan fasilitas umum di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Selain pengecekan areal terdampak karhutla, rombongan juga melihat langsung rencana pembangunan jembatan poros di Kecamatan Dadahup. Jembatan ini diproyeksikan menjadi akses strategis yang menghubungkan jalan Desa Rawa Subur, Bina Karya, Palangkau Lama, dan Palangkau Baru guna mendongkrak perekonomian warga desa.

Selanjutnya, rombongan melakukan peninjauan secara langsung kondisi fasilitas pendidikan pascamusibah kebakaran di SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak.

Dalam kesempatan itu, Wiyatno menginstruksikan kepada jajarannya agar proses pembelajaran bagi 21 siswa yang terdampak kebakaran di SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, dapat segera digabungkan ke sekolah terdekat. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar anak-anak tetap berjalan lancar dan terfasilitasi dengan baik.

Sebelumnya, kebakaran SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, terjadi pada Sabtu (22/8) sore, sekitar pukul 17.05 WIB, yang menghanguskan seluruh bangunan sekolah tersebut.

ANTARA