BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Pos Jaga Sampit memasang perangkap beruang di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hal tersebut dilakukan, karena dalam 2 bulan terakhir, beruang sering merusak tanaman buah milik warga. Bahkan memakan ternak, dan juga merusak dinding rumah warga untuk mengambil madu.
"Perangkap sudah kami pasang di lokasi kemunculan beruang tersebut, dengan harapan bisa terperangkap," ujar Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Senin, 31 Agustus 2020.
Pemasangan 1 set perangkap tersebut dilakukan sebagai upaya pihaknya untuk menangkap beruang tersebut. Umpan yang dipasang sendiri berupa buah-buahan. Karena selama 2 bulan terakhir, satwa liar tersebut merusak dan memakan tanaman warga.
"Warga mengeluh dengan adanya gangguan beruang madu tersebut. Karena mengkhawatirkan mereka, takut menjadi korban serangan saat bekerja di kebun," kata Muriansyah.
--page
Pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar selalu waspada terhadap kemunculan beruang tersebut. Jika melihat, lebih baik menghindar. Dan jangan berupaya menangkap atau membunuhnya. Karena hewan tersebut merupakan satwa dilindungi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








