PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan menurut hasil visum dr Forensik RSUD Doris Sylvanus, korban tewas di SMA Perintis Kelurahan Tanjung Pinang karena pendarahan di otak kepalanya.

"Pada otaknya ada pendarahan akibat hantaman benda tumpul di kepala bagian pelipis atas sebelah kanan," kata Todoan mewakili Kapolresta Palangka Raya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Selasa 1 September 2020.

Setelah mengetahui hasil visum, awalnya petugas menduga mayat yang ditemukan meninggal tersebut adalah korban pembunuhan.

Karena lanjut Todoan, hasil visum tersebut diketahui di otak kepala korban ada pendarahan yang hebat akibat hantaman benda tumpul.

Kemudian petugas kembali mengulang kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut dan hasilnya didapati, ternyata korban sebelum ditemukan meninggal sempat naik ke atas plapon dan terjatuh.

--page

"Sehingga kepala korban membentur lantai keramik dan mengakibatkan pendarahan pada otak," pungkasnya. (PARLIN TAMBUNAN/B-5)