BORNEONEWS, Nanga Bulik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau terus memantau kondisi air sungai di wilayah hulu Kecamatan Batang Kawa dan Kecamatan Belantikan Raya beberapa hari terakhir ini.
Terlebih, banjir kali ini diperkirakan lebih besar dari banjir yang terjadi 2 bulan lalu. Hal itu seperti disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Edison Dewel, saat dikonfirmasi Senin 7 September 2020.
"Sejak 2 hari lalu kita sudah turunkan tim untuk memantau kondisi banjir," ungkapnya. Dia menyebut berdasarkan laporan dari tim di lapangan, di wilayah Kecamatan Batang Kawa hingga Senin siang hari ini, setidaknya ada 6 desa yang sudah terdampak banjir, di antaranya Desa Liku, Mengkalang, Kinipan, Karang Mas, Kina dan Jemuat.
"Kita masih terus pantau. Kemungkinan air akan turun ke sejumlah desa yang berada di bawahnya seperti Batu Tambun, Sungai Tuat serta Tanjung Beringin," ujarnya.
Edison juga memprediksi jika dilihat dari jumlah penduduk yang bertempat tinggal di desa terdampak banjir akibat luapan air sungai di wilayah hulu Kabupaten Lamandau, maka bisa mencapai ratusan kepala keluarga (KK).
--page
"Tadi malam untuk Desa Mangkalang terdata sudah ada 15 KK yang rumahnya terendam banjir, diperkirakan untuk Desa Kina ada 100 KK lebih. Kemudian Desa Karang Mas, 60 KK dan Desa Jemuat sekitar 50 KK," jelasnya.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kecamatan Batang Kawa dan Belantikan Raya kali ini juga telah ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Karenanya menyikapi kekhawatiran warga, khususnya yang ada di Kecamatan Bulik, Edison mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik.
"Kepada masyarakat, jangan panik. Namun demikian harus tetap waspada. Jangan melakukan aktivitas di sungai. Berdasarkan alat ukur yang ada di Dermaga Batu Bisa, Tinggi Muka Air (TMA) hingga tadi pagi berada di posisi 540 cm, atau masih dalam status aman. TMA hari ini mengalami penaikan 15 cm dari hari sebelumnya," sebutnya. (HENDI NURFALAH/B-6)








