BORNEONEWS, Jayapura - Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Iwan Setiawan, memastikan seluruh peralatan militer khususnya senjata api dan amunisi milik anggota Yonif 400/R yang alami kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Intan Jaya aman.
Tidak ada peralatan militer yang hilang karena sesaat setelah kejadian personil TNI-AD yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan seluruhnya serta mengevakuasi korban ke puskesmas.
Saat ini hanya truk yang digunakan mengangkut personil Yonif 400/R yang masih di TKP, kata Danrem Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada Antara, Sabtu.
Dikatakan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi Jumat (11/9) sekitar pukul 16.00 wit itu disebabkan rem truk pengangkut blong sehingga truk terbalik dan menyebabkan dua orang meninggal dan 15 lainnya luka-luka.
Dua helikopter disiapkan untuk mengevakuasi prajurit yang meninggal dan terluka ke Timika, dan dari Timika baru dilanjutkan ke Jayapura dan Jakarta.
--page
Untuk korban yang meninggal yakni Sertu Heri Susanto dan Pratu Jhon Risky Pratama Purbatua akan dievakuasi ke Jogyakarta dan Medan untuk dimakamkan di kampung halaman, kata Setiawan.
Dandrem 173/PVB yang wilayahnya termasuk Kab. Intan Jaya itu mengakui, personil dari Yonif 400/R ke Titigi, Distrik Hitadipa dalam rangka mengganti personil Yonif 403/WP (bukan WR-red) yang sudah selesai tugas.
" Yonif 400/R tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan menggantikan Yonif 403/WP, " jelas Brigjen TNI Iwan Setiawan yang dihubungi dari Jayapura.
ANTARA








