SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dua tersangka perempuan berinisial NR alias Nonoy (40) dan LW (25), mengaku nekat melakukan pencurian motor hanya karena ingin membayar cicilan ponsel yang dikreditnya. 

"Tersangka Nonoy memiliki kreditan ponsel. Namun tidak bisa bayar, sehingga dirinya mengajak LW untuk mencuri motor dan menggadaikannya," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Baamang Iptu Paramita Harumi,  Jumat, 18 September 2020. 

Awal mula ide tersebut mucul yakni pada saat Nonoy datang ke rumah LW yang merupakan karabatnya. Iapun meminta kepada LW agar bisa menggadaikan motornya, dan uangnya dipinjam untuk bayar cicilan ponsel. 

Namun LW tidak mau, karena takut ketahuan orangtuanya. Hal itupun membuat Nonoy bingung. Lalu terbesit pikiran mereka untuk mencuri motor teman dari Nonoy. 

Pemikiran tersebut langsung dijalankan oleh mereka berdua. Yang awalnya menghubungi korban dan mengajaknya untuk minum es kelapa. Setibanya di lokasi, Nonoy berpura-pura pinjam motor korban.

--page

Setelah diserahkan kunci motor tersebut, Nonoy membawa kendaraan tersebut ke tukang kunci, guna menggandakannya. Usai melancarkan aksi itu, Nonoy kembali ke tempat mereka nongkrong. 

Tidak berapa lama, korbanpun pulang. Sedangkan kedua pelaku membuntuti dari belakang. Setelah korban sampai di rumahnya, dan masuk ke dalam rumah. Pelaku langsung beraksi membawa kabur motor tersebut menggunakan kunci yang di gandakannya. 

"Setelah berhasil motor tersebut digadaikan oleh pelaku dengan uang Rp 2,7 juta. Namun aksinya itu diketahui, hingga dapat kami tangkap," terang Paramita. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)