PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terkait kemunculan buaya di Sungai Arut, Kamis, 1 Oktober 2020 malam, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng keesokan harinya menggelar sosialisasi terhadap warga agat lebih waspada terhadap keberadaan reptil tersebut.

Kepala SKW II Pangkalan Bun Dendi Sutiadi, Jumat, 2 Oktober 2020 menjelaskan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) memdatangi lokasi pemukiman warga untuk melakukan sosialisasi.

"Dalam sosialisasi tersebut, tin WRU mengingatkan warga untuk lebih waspada, khususnya anak anak  sementara ini tidak berenang di Sungai Arut," jelas Dendi Sutiadi.

Kemudian, menurut Dendi Sutiadi, pihaknya juga meminta bantuan warga untuk segera melaporkan pada pihaknya bila melihat kemunculan kembali buaya tersebut.

"Dari informasi masyarakat, pasca kemunculannya dan kemudian menghilang buaya tersebut hingga saat ini tidak menampakkan diri lagi," jelas Dendi Sutiadi.

--page

Selain itu, menurut Dendi Sutiadi, dari keterangan masyarakat buaya tersebut juga sempat diketahui keberadaannya kearah Sungai Sepingit dekat Desa Kadipi.

"Dari informasi yang kami terima, diperkirakan buaya tersebut panjag tubuhnya mencapai 3 meter," jelas Dendi Sutiadi. (WAHYU KRIDA/B-5)