PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah, Polres Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan deteksi dini dan pemetaan dengan mengajak buruh untuk tidak melakukan aksi demo dan mogok kerja.

Kegiatan deteksi dini dan pemetaan dilakukan mengingat mencuatnya isu nasional yang beredar di media sosial, akan ada demo dan mogok kerja buruh, pada 6 - 8 Oktober 2020.

Kegiatan deteksi dini ini dipimpin Kapolres Kobar AKBP Andi Kirana didampingi Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto, berserta sejumlah personel Polres Kobar. Mereka meninjau sejumlah lokasi, salah satunya di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Sabtu, 3 Oktober 2020, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Deteksi dini dan kegiatan pemetaan yang kita lakukan ini, sehubungan dengan adanya isu nasional aksi mogok kerja dan aksi unjuk rasa," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya juga mengimbau tentang penerapan disiplin protokol kesehatan covid-19. Serta melakukan pengecekan sarana-prasarana Pelindo.

--page


Menurut Andi Kirana, Pelabuhan Kumai merupakan tempat paling banyak menggunakan pekerja buruh, khususnya terkait bongkar muat pelayaran.

"Kami memberikan himbauan kepada pekerja yang ada, untuk tetap bisa bekerja dengan baik dan tidak terpropaganda terprovokasi oleh isu-isu yang ada di media media sosial. Mari ciptakan keamanan dan kekondusifan wilayah," ungkapnya. (DANANG/B-5)