BORNEONEWS, Sampit - Halikinnor, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim), mengungkapkan bahwa pabrik kelapa sawit sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian petani di wilayah setempat.
Menurutnya, perlunya pabrik kelapa sawit agar harganya tidak lagi dipermainkan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang tentunya berdampak terhadap penghasilan para petani sawit di Kotim.
"Yang dibutuhkan petani sawit saat ini adalah harga buah stabil. Dan itu bisa terwujud jika daerah memiliki pabrik kelapa sawit," ujar Halikinnor yang mencalonkan diri sebagai Bupati Kotim bersama wakilnya Irawati, Jumat, 09 Oktober 2020.
Dirinya menjelaskan, selama ini masyarakat yang bertani kelapa sawit mengeluhkan harga buah yang tidak stabil. Bahkan cenderung menurun, hingga pernah hanya Rp 600 per kilogramnya.
Hal tersebut tentu sangat berdampak terhadap penghasilan mereka. Sebab, kalau terjadi terus menerus, biaya perawatan bisa tidak berimbang dengan penghasilan.
--page
"Harga tidak normal tersebut terjadi karena perusahaan menetapkan harga tersebut. Terutama pada saat kebun milik PBS sedang panen. Sehingga, mereka tidak menaruh harga normal saat membeli milik masyarakat," kata Halikinnor.
Keadaan tersebut, tambah dia, bisa teratasi jika ada pabrik milik daerah atau swasta yang khusus membeli buah hasil panen masyarakat. Sehingga, harga tetap stabil dan bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








