SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan kolam bioflok untuk 3 desa sebagai pengembangan perikanan di wilayah perdesaan.

"Kami menyalurkan 3 paket bantuan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin," ujar Kepala Dinas Perikanan Kotim, Heriyanto, Kamis, 15 Oktober 2020. 

Bantuan berupa bak terpal bulat (bioflok). Juga ada bantuan pakan pelet dan benih ikan lele total 84.000 benih untuk tiga kelompok perikanan (Pokdakan) di 3 desa tersebut. 

Setiap Pokdakan menerima bantuan 28.000 benih. Ke 3 desa ini yakni Desa Jemaras Kecamatan Cempaga, Desa Bapinang Hulu Kecamtan Pulau Hanaut, dan Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. 

"Tahun ini program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), khusus untuk benih lele. Dengan masa pemeliharaan 2 periode. Setelah itu, baru berumah ke komoditi lainnya," katanya. 

Sementara kolam bioflok bisa saja digunakan untuk benih atau jenis ikan lainnya. Namun sementara ini, kementrian memfokuskan untuk ikan lele, sehingga pihaknya melakukan pendampingan terhadap Pokdakan.

--page

Hal itu juga sebagai upaya agar tambak ikan warga benar-benar terjaga. Karena sistem bioflok juga terbilang baru, sehingga harus diberikan pemahaman dan pembelajaran dengan baik. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)