BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kalteng, Harmain Ibrohim menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan sangat penting. Terlebih lagi ketika proses pemungutan suara pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng 9 Desember mendatang, berlangsung.
"Sangat penting sekali menerapkan protokol kesehatan. Kita berharap, apa yang dikhawatirkan orang akan adanya klaster Pilkada, itu tidak terjadi," kata Harmain kepada wartawan pada kegiatan simulasi pemungutan suara di TPS dengan penerapan protokol kesehatan, Senin, 2 November 2020.
Dia memastikan bahwa KPU akan memperketat penerapan protokol kesehatan. Bahkan, jauh hari atau saat pemutakhiran data, hal itu sudah dilakukan. Petugas lebih dulu menjalani rapid test sebelum terjun ke lapangan.
Selain itu, petugas juga mengenakan masker, face chield dan jenis protokol kesehatan lainnya. Hasilnya, semua berjalan lancar. Tidak ada petugas maupun masyarakat yang terpapar akibat pemutakhiran data tersebut.
Terkait dengan simulasi, Harmain mengatakan, segala kemungkinan yang bisa terjadi saat pemungutan suara sudah dipraktikkan. Sebagai contoh, penanganan terhadap pemilih dengan suhu tubuh tinggi, pemilih disabilitas hingga penanganan jika ada yang pingsan.
--page
"Semua kita siapkan. Kita juga berkoordinasi dengan satgas penanganan Covid-19. Selain itu, petugas kita juga disiapkan pakaian hazmat untuk melayani bila ada yang menjalani isolasi. Tentu nanti akan didampingi saksi dan pengawas," paparnya.
Harmain melanjutkan, pada saat pemungutan suara nanti, pemilih wajib menjalani pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker dan lainnya.
"Kalau nanti ada pemilih yang di atas suhu 37,3 derajat, mereka tidak bisa masuk dalam bilik. Jadi, mereka kita arahkan ke bilik khusus,"
"Kemudian, kalau ada pemilih tidak memakai masker, kita kasih kesempatan untuk mengambilnya. Namun, kalau tidak punya, kita juga siapkan masker," tuntasnya. (BUDI YULIANTO)








