SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - WD alias Amang Idin (54), pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap nenek Hj Cahaya di Jalan Baamang I, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengaku lebih dulu mencekik dan memukul korban dengan besi hingga tewas. 

Setelah itu, dirinya langsung mengambil perhiasan korban yang ada di tangan, leher dan telinga korban. Barulah setelah itu langsung kabur. 

"Awalnya pelaku hanya ingin merampok saja. Namun saat beraksi, korban melawan. Sehingga, pelaku mencekiknya hingga terjatuh ke lantai," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Senin, 02 November 2020. 

Setelah terjatuh, korban sempat berteriak minta tolong. Sehingga, pelaku makin mengencangkan cekikannya, hingga korban tidak bereaksi. Kurang puas, pelaku kembali mengambil besi yang ada di rumah tersebut dan memukulkannya ke bagian kepala sebelah kiri. 

"Setelah korban tidak bernyawa, pelaku langsung mengambil seluruh perhiasan emas yang digunakan korban," kata Jakin. 

--page

Perbuatan tersebut dilakukan pelaku pada Jumat, 30 Oktober 2020 sekitar pukul 04. 30 WIB. Pelaku masuk lewat belakang rumah korban lalu bersembunyi sejak Magrib, Kamis, 29 Oktober 2020 hingga Subuh. 

Pelaku beraksi saat korban membuka pintu dapur untuk mengambil wudhu dengan maksud menjalankan salat subuh. Sepekan sebelumnya, pelaku pernah bertemu dengan korban. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)