PALANNGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Chief Financial Officer atau CFO Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Hartono Jap mengatakan bahwa SSMS mampu menghadapi segala tantangan usaha sepanjang tahun 2020 hingga melaluinya dengan pencapaian yang baik.

"Pencapaian tersebut tidak terlepas dari tata kelola dan business plan Perusahaan sehingga menghasilkan kinerja yang positif," kata Hartono Jap seperti dimuat dalam Newsletter PT SSMS edisi 3 tahun 2020.

Kemudian, lanjutnya, bila melihat kondisi saat ini, SSMS sangat optimistis tren kenaikan harga CPO akan terus berlanjut sampai pada akhir tahun 2020.

"Ini momentum bagi kami untuk meningkatkan produksi dan penjualan sehingga akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan," tuturnya.

SSMS menurut Hartono memproyeksikan kinerja produksi pada sampai akhir tahun akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dan masih mencatatkan pertumbuhan.

--page

"Sampai pada bulan September 2020, SSMS telah memproduksi CPO sebanyak 319.533 ton dengan tingkat OER 22,7%. Angka produksi tersebut menurun 0,3% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2019, karena pembelian TBS dari pihak ketiga mengalami penurunan dan iklim musim kemarau yang panjang," jelas Hartono lagi.

Tahun ini produksi cukup terganggu karena adanya La Nina, namun kondisi tersebut bisa diantisipasi dengan mempersiapkan infrastruktur yang ada di perkebunan dan pemupukan, hampir seluruh perkebunan SSMS terletak di sepanjang jalan raya trans Kalimantan, sehingga pembiayaan dapat dikontrol.

"Pada produksi Palm Kernel, SSMS menghasilkan 61,610 ton dan produksi Palm Kernel Oil (PKO) sebanyak 16,541 ton, naik 0,9% dan 18% dari periode yang sama tahun 2019," bebernya.

Total produksi Tandan Buah Segar atau FFB sepanjang 2020 hingga kuartal ketiga mengalami kenaikan sekitar 3%, dari 1,117,769 ton tahun 2019 menjadi 1,150,941 ton tahun 2020 periode yang sama.

Financial Highlight Sampai bulan September 2020, SSMS membukukan laba bersih menjadi Rp267 miliar, meningkat cukup signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang defisit Rp1,3 miliar.

--page

"Salah satu faktor yang membuat perusahaan mampu mencetak laba bersih tersebut karena pada kuartal III 2020 penjualan naik sebesar 300 miliar atau 13%, dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,7 triliun. Selain itu, didukung harga CPO selama 9 Bulan mengalami kenaikan pada tahun ini, rata-rata nilai CPO/ton sebesar Rp7.7 Juta atau meningkat 23,6% dibanding periode yang sama tahun 2019," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)