PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Chief Financial Officer atau CFO Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Hartono Jap mengatakan bahwa memanfaatkan momentum pada sisa tahun 2020 ini, SSMS akan berfokus pada ekspansi perkebunan dan pengembangan hilirisasi anak usaha.

"SSMS akan fokus pada ekspansi perkebunan, pengembangan hilirisasi anak usaha, serta pemenuhan praktik keberlanjutan bisnis," kata Hartono Jap seperti dimuat dalam Newsletter PT SSMS edisi 3 tahun 2020.

Sementara itu, lanjut Hartono, pada liabilitas jangka pendek tercatat Rp1,15 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp6,73 triliun, sehingga total liabilitas mencapai Rp7,89 triliun, naik 2% dari posisi Rp7,70 triliun tahun 2019.

"Jumlah ekuitas Perusahaan sebesar Rp4,03 triliun menurun 1% dari sebelumnya tahun 2019 Rp4,07 triliun. Adapun total aset mencapai Rp11,92 triliun dengan aset lancar Rp3,20 triliun dan aset tidak lancar Rp8,72 triliun. Serta pada kas setara kas Perusahaan mengalami penurunan sebesar 14% dari Rp2,20 triliun pada 2019 menjadi 1,90 triliun di 2020," jelas Hartono.

Menatap 2021, lanjut Hartono, SSMS akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure-capex sebesar Rp300 miliar.

--page

"Anggaran tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu sebesar Rp530 miliar," katanya.

Hartono kembali menjelaskan, sekitar 85% dari anggaran belanja modal untuk program non-planting, digunakan untuk membiayai infrastruktur dan biaya perawatan pabrik, perawatan perkebunan dan pemupukan.

Sekitar 15% untuk program planting, karena merupakan program jangka panjang yang tidak berhenti. Program penanaman kembali sangat kecil karena rata-rata usia pohon SSMS masih muda yaitu 11 tahun pada tahun 2020, sehingga dapat menekan jumlah belanja modal Perusahaan. (TESTI PRISCILLA/B-5)