SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harun alias Al (20) membacok leher Tata Sumarno hingga tewas saat keduanya berduel di depan rumah. Tata sendiri merupakan ayah tiri tersangka. Itu diutarakannya saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

"Tidak ada rasa takut sekali rasanya saya waktu itu, saya langsung bacok saja lehernya," ucap tersangka.

Korban langsung terjatuh. Melihat darah keluar dan korban masih bergerak dengan parang yang masih ada di tangannya tersangka membacok lagi kepala korban hingga korban tidak bergerak dan tewas di TKP.

Kejadian itu berawal saat terdakwa diminta untuk mendatangi acara tahlilan di kediaman Parno. Namun tersangka tidak mau hingga korban marah.

Merasa demikian tersangka dan korban saling menantang dan ingin berkelahi di luar rumah, korban sempat memukul tersangka dengan tangan kosong tapi tidak ditangkis oleh tersangka. Karena sudah bawa parang tersangka membukanya dan langsung mengarahkan ke leher korban. 

--page

Data yang diperoleh, Jumat, 27 November 2020 perbuatan tersebut dilakukan di Jalan Gatot Kaca, Desa Bhakti Mulya, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim pada Kamis, 30 Juli 2020 pukul 21.00 WIB. (NACO/B-5)