BORNEONEWS, Palangka Raya - Lahan kosong yang berada di lingkungan Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIA Palangka Raya kini produktif. Lahan yang semula tidak berfungsi dengan baik itu telah menjadi ladang perkebunan dan perikanan.
Kepala Rutan, Akhmad Zaenal Fikri mengatakan, kegiatan pertanian dan perikanan itu merupakan bentuk upaya untuk menjalankan program yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Salah satu poin dalam program tersebut adalah resolusi pemasyarakatan yaitu meningkatkan ketahanan pangan.
"Dalam rangka hal tersebut, Rutan Palangka Raya sudah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui aktivitas perikanan, perkebunan dan pertanian," katanya.
Jenis tanaman yang ada di kebun yakni sayur mayur seperti kangkung, terung, jagung dan cabai. Sedangkan perikanan, pihaknya mengembangkan budidaya ikan lele.
Bahkan pada Kamis, 26 November 2020, hasil dari pemanfaatan lahan kosong itu sudah dipanen. Selanjutnya, dipasarkan ke Pasar Tradisional di Palangka Raya.
--page
Sementara itu, terkait masih adanya pandemi covid-19, disiplin protokol kesehatan tetap diterapkan. Beberapa waktu lalu, para pegawai juga menjalani swab test. Sedangkan rapid test dilakukan terhadap warga binaan. (BUDI/B-7)








