PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Joko Supriyono, memastikan tidak ada eksploitasi pekerja perempuan di industri kelapa sawit Indonesia.

"Bisa kita pastikan bahwa tidak ada eksploitasi pekerja perempuan di industri kelapa sawit Indonesia," kata Joko dalam rilis yang dikirimkan kepada Borneonews.co.id pada Rabu, 2 Desember 2020.

Jika memang ada, lanjut Joko, itu berarti adanya tindak pidana pelecehan pekerja perempuan, aparat penegak hukum harus mengusut tuntas hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku, karena hal ini merusak citra seluruh industri kelapa sawit di mata publik.

"Kami memastikan bahwa perusahaan sawit yang menjadi anggota GAPKI telah menyediakan lingkungan kerja yang kondusif dan layak bagi para pekerja di perkebunan sawit," tegasnya memastikan.

Memang pada bulan November lalu menurut Joko beredar berita dari Associated Press atau AP tentang eksploitasi pekerja perempuan di perkebunan sawit.

--page

Joko mengatakan, anggota GAPKI berkomitmen untuk menerapkan prinsip keberlanjutan sesuai standar dan kriteria Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO.

"Sehingga GAPKI sedang dan terus mendorong untuk mencapai kepatuhan ISPO atau ISPO compliance bagi seluruh anggotanya," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)