LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamandau kini sudah mempunyai Unit Tranfusi Darah (UTD), yang sudah operasional sejak akhir Oktober 2020. Sebelumnya, untuk pemenuhan kebutuhan darah di RSUD Lamandau harus bekerjasama dengan PMI Kotawaringin Barat (Kobar).

Sejak adanya UTDRS Lamandau saat ini, diharapkan semakin banyak warga yang bersedia mendonorkan darahnya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan stok darah di RSUD.

"Suatu daerah akan dinilai berhasil apabila tingkat pelayanan publiknya semakin baik. Kesehatan menjadi bidang yang krusial untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, Senin, 14 Desember 2020.

Hendra Lesmana mengaku, pemkab berkomitmen kuat terhadap peningkatan pelayanan publik yang masuk kategori kebutuhan dasar seperti halnya di bidang kesehatan.

"Adanya UTDRS ini menjadi bentuk komitmen kita melalui RSUD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," sebutnya. 

Hendra juga menegaskan, pemkab akan terus berupaya untuk mewujudkan RSUD Lamandau menjadi rumah sakit idaman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan.

--page

"Akses pelayanan yang baik dan kelengkapan rumah sakit menjadi komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Insya Allah mulai tahun 2021, peningkatan infrastruktur akan kita laksanakan, dengan harapan RSUD Lamandau akan semakin baik," harapnya.

Sementara, Direktur RSUD Lamandau, dr. Ning Agustina, mengatakan bahwa pelayanan UTDRS tersebut dibuka setiap hari.

"UTDRS kita mampu menampung darah sekitar 200 hingga 300 kantong. Ada petugas yang siap melayani setiap hari," ujarnya. (HENDI NURFALAH/B-11)