BORNEONEWS, Sampit - Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, mengatakan bahwa tidak hanya ada seekor buaya saja di Sungai Mentawa, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Namun sejumlah warga, menyebutkan bahwa sering melihat keberadaan buaya di sungai tersebut. Dengan jumlahnya lebih dari 1 ekor. Hal itu terjadi, diduga kuat karena banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang di anak Sungai Mentaya tersebut.
"Saya lihat banyak jeroan ayam, tulang-tulang, dan sampah rumah tangga di sungai itu. Sehingga, menjadi makanan buaya," ujar Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Selasa, 22 Desember 2020.
Pada Senin, 21 Desember 2020 malam, seorang pemancing mendapatkan seekor buaya dengan panjang 1,4 meter di Sungai Mentawa tersebut. Dan ternyata masih ada beberapa ekor buaya dengan ukuran hampir sama di sungai itu.
Padahal, lokasi penemuan buaya sendiri sangat jauh dari Sungai Mentaya, bahkan kurang lebih 2 hingga 3 ekor yang sering terlihat.
--page
Dirinyapun berharap, agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut, untuk tidak membuang sampah ke sungai. Karena sangat rawan dan menjadi daya tarik buaya.
"Sungai inikan pasang surut, sehingga bau sampah rumah tangga tercium buaya hingga Sungai Mentaya. Hal itulah yang membuat hewan tersebut naik hingga 3 kilometer di Sungai Mentawa tersebut," terang Muriansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








