SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang bocah berumur 10 tahun warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasil selamat dari serangan buaya meskipun kakinya sempat diterkam. 

"Saat kejadian, kaki korban sudah diterkam buaya tersebut, bahkan kami saling tarik menarik. Hingga akhirnya, buaya tersebut melepas gigitannya," ujar Gofur, paman korban. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 30 Desember 2020. Saat itu, korban bersama temannya sedang mandi di Sungai Hambawang yang berada di desa tersebut. 

Ketika asik mandi, teman korban merasakan menginjak sesuatu yang kasar dan bergigi. Karena curiga itu adalah buaya, diapun bergegas naik ke lanting. 

Benar saja. Tidak berapa lama dirinya berada di atas lanting, korban langsung diterkam buaya tersebut. Sehingga, keduanya berteriak minta tolong. 

--page

Gofur yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi bergegas menyelamatkan korban dan sempat menggapai tangan korban hingga terjadilah tarik menarik dengan buaya tersebut. 

"Saya juga terus berteriak minta tolong, hingga warga berdatangan dan membantu saya menarik korban," kata Gofur.

Selanjutnya, salah seorang warga mengambil parang dan memukulkan ke buaya itu. Saat itu juga, buaya langsung melepaskan terkamannya dan korban-pun selamat. 

"Korban sudah diberikan pengobatan ke puskesmas. Dia mengalami luka-luka di paha kiri dan kanan akibat gigitan buaya," terang Gofur. 

Buaya itu diduga memiliki panjang sekitar 2 meter. Kabarnya memang sudah sering terlihat di sungai tersebut. 

Sementara itu, Muriansyah, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengatakan, pihaknya akan menemui korban dan melihat kondisi korban. 

"Hari ini saya akan menemui korban, dan melihat kondisi korban. Nanti akan kami putuskan untuk melakukan tindakan selanjutnya," terang Muriansyah.

Buaya yang menyerang korban juga tidak berhasil ditangkap warga walaupun sempat dilakukan pencarian. Sebab, seusai kejadian, hewan buas tersebut langsung pergi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)