BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat Yongki Astro Prayogi di taman wisata alam Bukit Tangkiling Kecamatan Bukit Batu pada Sabtu, 2 Januari 2021.
Olah TKP dipimpin Kanit Identifikasi Satreskrim Polresta Palangka Raya Aipda Yuwanda bersama dua orang Anggota.
Kegiatan tersebut dibantu Kapolsek Bukit Batu Iptu Muludin, Kanit Reskrim Aiptu Narko Gus Darsono, Kanit Intelkam Aiptu Fitriansyah dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banturung Bripka Arif Sabana.
"Olah TKP itu dilakukan dalam rangka mencari dan mengumpulkan barang bukti guna mengungkap penyebab pasti kematian korban," kata Kapolresta Kombes Dwi Tunggal Jaladri saat dikonfirmasi, Sabtu sore.
Dia menambahkan, pihaknya tetap melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan sebagai bentuk profesionalisme Kepolisian.
--page
"Walaupun menurut hasil visum dr. Ricka Brillianty menyampaikan bahwa korban neninggal diduga akibat hipotermia. Namun kita tetap menjalankan tugas secara profesional," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Jumat, 1 Januari 2021, tim SAR dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya berhasil menemukan orang hilang, yakni Yongki Astro Prayogi (41) di Bukit Tangkiling.
Adapun koordinat penemuan korban, yakni 01°59’36” S - 113° 45’31” E dengan jarak kurang lebih 372 meter dari lokasi diduga korban terjatuh di Bukit Tangkiling.
Usai tim menemukan korban, selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Silvanus untuk selanjutnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Tim SAR gabungan yang turut melakukan proses pencarian, terdiri dari Basarnas Palangka Raya, Polresta Palangka Raya, BPBD Palangka Raya, Polsek Bukit Batu, Babinsa Tangkiling, Emergency Response Palangka Raya, Tagana, Mapala, relawan dan masyarakat sekitar.
--page
Korban pada Minggu (27/12) pukul 16.00 WIB berjenis kelamin laki-laki bernama Yongki Astro Prayogi (41), warga Jalan G Obos Kota Palangka Raya, dinyatakan hilang.
Pada Pukul 15.10 WIB sebelumnya, korban sedang liburan Natal di Bukit Batu dan sempat memperbaharui status menggunakan Whatssapp di sekitaran Bukit Tangkiling pada pukul 16.00 WIB dan masih bisa dihubungi oleh pihak keluarga, namun kemudian hingga sebelum ditemukan, korban sudah tidak bisa dihubungi kembali.
Pencarian pada hari kedua dilakukan dengan cara penyisiran di sekitar area dengan pencarian ESAR dan dibagi menjadi dua SRU (SAR Rescue Unit), yaitu SRU Alpha dan SRU Bravo.
Kemudian pencarian di hari ketiga, dilakukan dengan teknik pencarian ESAR dan dibagi menjadi empat SRU, yaitu SRU Alpha, SRU Bravo, SRU Charlie dan SRU Delta.
Setiap tim melakukan penyisiran berdasarkan pembagian area yang telah ditentukan dengan total coverage area ± 2000 m² di Bukit Kalalawit. Hingga pada akhirnya korban ditemukan di hari keempat. (PARLIN TAMBUNAN/B-5)









