BORNEONEWS, Tamiang Layang – Hujan lebat menghambat upaya pencarian Risnayati (51), warga Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur. Memasuki hari ketiga, Minggu, 18 Oktober 2026, tim gabungan belum berhasil menemukan keberadaan perempuan tersebut sehingga pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin.
Kepala Desa Simpang Naneng, Sanding, mengatakan tim gabungan melakukan pencarian selama hampir 10 jam, mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.20 WIB. Meski mengerahkan personel dari berbagai unsur dan menyisir sejumlah lokasi, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Pencarian untuk sementara dihentikan karena hujan lebat di Desa Simpang Naneng, kemudian akan dilanjutkan besok hari Senin tanggal 19 Oktober 2026 dengan harapan yang bersangkutan bisa ditemukan dalam keadaan sehat,” ujar Sanding.
Pencarian melibatkan personel Yonif TP 924/Uria Mapas, Brimob, BPBD Damkar, Polsubsektor Paku, Bhabinkamtibmas, TBBR, Komsar Ampah, MPA Pengembara, relawan Pos Karhutla Kecamatan Karusen Janang, relawan Ipu Mea serta warga setempat. Seluruh unsur bekerja sama menyisir wilayah yang diduga berkaitan dengan keberadaan Risnayati.
Pada hari kedua, Sabtu, 17 Oktober 2026, tim gabungan menyusuri Sungai Karusen dan Sungai Amungen. Petugas juga menelusuri sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat Risnayati beristirahat. Namun, pencarian di kawasan tersebut belum menghasilkan petunjuk yang mengarah pada keberadaan perempuan berusia 51 tahun itu.
Risnayati dilaporkan hilang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebelum kehilangan kontak, ia terakhir terlihat sedang duduk di kursi depan rumahnya. Perempuan tersebut diperkirakan meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB.
Sanding menerima laporan mengenai hilangnya Risnayati sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama. Sejak laporan diterima, upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan aparat, relawan dan masyarakat untuk menelusuri sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat keberadaan Risnayati.
Kendala cuaca pada hari ketiga membuat tim harus mengakhiri penyisiran lebih awal demi mempertimbangkan kondisi di lapangan. Meski demikian, penghentian tersebut hanya bersifat sementara. Tim gabungan telah menjadwalkan pencarian lanjutan dengan harapan dapat menemukan petunjuk baru yang membantu mengungkap keberadaan Risnayati.
Pencarian akan kembali dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026. Keluarga dan masyarakat Desa Simpang Naneng berharap seluruh unsur yang terlibat dapat segera menemukan Risnayati dalam keadaan selamat sehingga ia bisa kembali berkumpul bersama keluarga. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









