SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Periode Oktober 2020 hingga Maret 2021 disebutkan masa kawin dan bertelur buaya. Hal tersebut diduga faktor penyebab hewan tersebut mengganas yang bahkan menyerang manusia.

"Saat ini masih masa kawin dan bertelur, itu yang diduga menyebabkan buaya semakin agresif," kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, Senin, 4 Januari 2021. 

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa warga Kotim menjadi korban serangan buaya. Seperti di Desa Ganapo, seorang anak disambar buaya hingga mengalami luka-luka. 

Selain itu juga di Desa Pelangsian, korbannya seorang nenek yang mengalami putus tangan kiri dan juga patah kaki kiri. Beruntung nyawa keduanya masih terselamatkan. 

"Ini harus menjadi perhatian masyarakat, dan kami harap agar warga mengurangi aktivitas di sungai," kata Muriansyah. 

Selain itu, penyebab utama buaya serang manusia yakni akibat habitatnya sudah rusak. Sehingga, berdampak terhadap pakan alam hewan tersebut. 

--page

"Hal itulah yang menyebabkan satwa dilindungi ini pergi ke permukiman hingga menyerang manusia," pungkasnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)