BORNEONEWS, Sampit - Menjadi seorang narapidana yang hidup di balik jeruji besi tidak menurutkan mereka untuk selalu berkreatifitas. Hal itu ditunjukan oleh dua orang narapidana Lapas Klas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Narapidana tersebut bernama Fadillah dan Nanang. Mereka berdua menyibukkan diri di lembaga pemasyarakatan, dengan mengolah kerajinan tangan berupa miniatur kapal perang berbahan triplek.
Hal itu, sebagai upaya mereka, agar selama menjalani hukuman waktu mereka tidak terbuang sia-sia. Sehingga, saat menghirup udara dilingkungan masyarakat nantinya, kreatifitas tersebut dapat dibawa dan menghasilkan nilai ekonomis.
Apa yang dilakukan kedua narapidana tersebut mendapat dukungan dari Kepala Lapas Klas IIB Sampit Agung Supriyanto. Bahkan dirinya meminta kepada Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Setyo Sukimo untuk memfasilitasi narapidana tersebut.
"Banyak sekali napi yang memiliki bakat, dan ini menjadi perhatian kami untuk mengelola dan menyediakan tempat agar dapat menyalurkan bakat mereka," ujar Setyo, Senin, 14 Januari 2021.
--page
Miniatur kapal perang yang dibuat oleh napi tersebut terlihat cukup detail. Nampak ada senjata, bendera merah putih, dan warna yang khas dengan kapal-kapal perang milik Indonesia pada umumnya.
Bahan yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan alat pemotong, triplek, lem pelekat, dan bahan-bahan ekonomis lainnya.
Pihaknyapun menganggap bahwa apa yang dilakukan napi tersebut merupakan hal yang positif. Sehingga, saat mereka nantinya sudah bebas dari hukuman. Bisa membaur di tengah masyarakat. Dan menjauhi hal negatif yang sebelumnya telah membawa mereka ke balik jeruji besi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









