PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan beberapa indikator ekonomi daerah sampai dengan akhir 2020, baik dari sisi permintaan maupun penawaran menunjukkan adanya perbaikan dengan potensi pertumbuhan kedepan yang perlu disambut dengan optimis dan sinergis.

"Dari sisi permintaan, indikasi pemulihan ekonomi terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, baik dari indikator mobilitas masyarakat, konsumsi pemerintah, rumah tangga, ekspor-impor dan investasi," katanya, Senin, 11 Januari 2021.

Data Google Mobility Report Desember 2020 menyatakan bahwa mobilitas masyarakat di tempat tempat umum mengalami peningkatan terutama pada kategori Grocery Pharmacy seperti Pasar Supermarket, Apotek, lalu Transit Stations seperti Halte Terminal, bandara, dan juga Retail Recreations seperti Restoran Café, Mall, Bioskop Museum, dan Perpustakaan.

"Sedangkan, pada kategori workplaces menunjukkan pergerakan yang statis dan berpola sesuai dengan kebijakan Work From Home atau WFH dari instansi dan perkantoran," jelasnya.

Hal ini juga menurutnya turut dikonfirmasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah yang menunjukkan adanya kenaikan aktivitas di pelabuhan dan bandara.

--page

"Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan pada November 2020 naik 1,64% dengan jumlah penumpang melalui transportasi laut naik 2,29% dibandingkan dengan bulan sebelumnya," beber Rihando lagi.

Demikian halnya dengan frekuensi penerbangan pada November 2020 naik 2,82% dengan jumlah penumpang transportasi udara tumbuh 19,46% dan lalu lintas barang melalui udara juga tumbuh 13,24% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)