SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat ini, buaya sudah sering menampakan diri di Sungai Mentaya, sekitaran Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Atau tepatnya berada di pinggiran Kota Sampit, sehingga, tidak jauh dari desa tersebut, merupakan Kota Sampit. Hal itupun menjadi perhatian, dan diimbau agar masyarakat selalu waspada, dan jangan memancing kedatangan buaya.

Pesan ini diungkapkan Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah.

Dia mengimbau masyarakat jangan membuang sampah rumah tangga ke Sungai Mentaya. Karena secara tidak langsung, akan memancing kedatangan hewan buas tersebut. Apalagi, sampah yang dibuang merupakan bekas perut ayam, ikan, dan lainnya.

"Lebih baik buang sampah rumah tangga pada tempatnya. Karena kalau ke sungai, akan memancing kedatangan buaya," ujar Muriansyah.

--page

Masyarakat juga diminta agar tidak memelihara ternak di tepi sungai. Karena, bisa saja buaya berada di sekitar daerah tersebut, dan mengintai ternak milik warga.

Sementara, dari data yang dihimpun Borneonews.co.id. Dalam 1 bulan terakhir, buaya sudah sering menampakan diri di wilayah Desa Pelangsian. Bahkan seorang perempuan, menjadi korban keganasan hewan tersebut.

Tidak hanya itu, buaya juga muncul di Sungai Mentawa, anak Sungai Mentaya. Yang berada di wilayah perkotaan. Hal itu menunjukan bahwa hewan tersebut kini tidak hanya berada di wilayah Selatan Kotim, namun juga perkotaan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)