BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah berencana mengganti mekanisme Ujian Nasional (UN) menjadi assessment (penilaian) kompetensi minimum dan survei karakter pada 2021.
Langkah ini mendapat dukungan Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Palangka Raya (UPR), Indra Perdana.
Dia menilai penggantian sudah menjadi langkah yang tepat. “Kebijakan dari Kemendikmud tersebut memberikan banyak dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia,” ungkapnya Senin, 1 Januari 2021.
Menurutnya salah satu manfaat adanya program asessment nasional ini tidak hanya mengevaluasi hasil dari siswa secara individu, tetapi secara menyeluruh.
“Langkah ini sudah bagus. Karena asesmen nasional ini dilaksanakan dari sekolah tingkat dasar hingga menengah, dan ini untuk mengevaluasi, jadi tidak melihat siswa secara individu, tetapi evaluasi pendidikan disekolah,” sebutnya.
--page
Selain itu ia menilai langkah tersebut juga akan sekaligus memetakan sistem pendidikan mulai dari input, proses sampai ke output. (HERMAWAN DP/B-6)









