PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan ada beberapa komoditas utama yang diekspor oleh Kalteng ke beberapa Negara selama Desember 2020 lalu.

Komoditas tersebut di antaranya batu bara dan lignit yang masuk dalam kelompok bahan bakar mineral, dan minyak kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati, bijih seng, serta bijih timbal.

"Ada juga bijih zirconium yang masuk pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam, serta karet alam pada kelompok karet dan barang dari karet," ucapnya. Rabu, 3 Februari 2021.

Dia mengatakan untuk nilai hasil ekspor komoditas tersebut dibanding bulan sebelumnya yakni November 2020, nilai ekspor bahan bakar mineral pada Desember 2020 naik sebesar 32,35 persen, dari US$78,62 juta menjadi US$104,05 juta.

Kemudian, ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati mengalami kenaikan sebesar 17,05 persen, dari US$37,60 juta menjadi US$44,01 juta.

--page


Sedangkan, ekspor bijih, kerak, dan abu logam mengalami penurunan sebesar 26,22 persen, dari US$15,22 juta menjadi US$11,23 juta.

"Untuk ekspor karet dan barang dari karet juga turun sebesar 10,99 persen, dari US$10,83 juta menjadi US$9,64 juta," terangnya.

Dijelaskannya, jika dibanding pada kondisi Desember 2019, hampir semua golongan barang pada Desember 2020 mengalami penurunan, kecuali pada komoditas ampas atau sisa industri makanan dan garam, belerang, dan kapur.

Selanjutnya, komoditas bahan bakar mineral mengalami penurunan nilai ekspor paling besar senilai US$16,21 juta atau 13,48 persen, diikuti oleh komoditas bijih, kerak, dan abu logam yang mengalami penurunan senilai US$12,30 juta atau 52,27 persen.

"Secara kumulatif, dari Januari sampai Desember 2020, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$997,05 juta dan berkontribusi sebesar 54,66 persen dari total ekspor," jelasnya.

--page


Sementara itu, lemak dan minyak hewan atau nabati, bijih, kerak, dan abu logam, serta karet dan barang dari karet yang juga merupakan komoditas unggulan ekspor Kalteng berkontribusi sebesar 32,06 persen.

" Jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor sebagian besar golongan barang mengalami penurunan, kecuali golongan kayu dan barang dari kayu, ampas atau sisa industri makanan, serta berbagai produk kimia," bebernya.

"Penurunan terbesar terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang berkurang senilai US$258,15 juta atau 20,57 persen. Sedangkan kayu dan barang dari kayu bertambah senilai US$13,70 juta atau 17,43 persen," tegasnya. (DONNY D/B-7)