BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun mengatakan bahwa dari sisi ekonomi barangkali soal manfaat dari hulu sampai hilir yang dihasilkan perkebunan dan industri kelapa sawit dapat kita temukan dengan mudah.
"Pergilah ke Riau, Jambi, Kutai Timur, tersebar contohcontoh. Begitu juga angka statistik dari asosiasi dan pemerintah," kata Hendry kemarin.
Hal ini disampaikan Hendry saat menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Nasional dalam rangka Hari Pers Nasional bertajuk "Peran Kelapa Sawit Terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional" kemarin.
"Dari sisi lingkungan, pemberitaan media asing yang menyudutkan agar dikroscek, dikonfirmasi datanya, bisa pergi ke lapangan bersama lembaga independen, plus mengetahui data dan narsum beritanya," tutur Hendry lagi.
Di permukaan, lanjutnya, berita-berita kelapa sawit yang dilansir media asing seperti berkiblat pada lingkungan, demi udara sehat dan kemurnian hutan. Tetapi solusi apakah yang diberikan.
--page
"Bahwa terjadi benturan dalam proses pembuatan perkebunan maka yang paling tepat adalah memberi jalan keluar, mengedukasi, dan menjadikan media sebagai forum diskusi yang adil dan transparan," jelasnya.
Bahwa ada masalah dengan terusirnya binatang langka, terpojoknya masyarakat adat tertentu, maka media menjadikan dirinya sebagai penengah untuk win-win solution bagi para pihak, tentu dengan melibatkan tanggung jawab pemerintah.
"Akurasi, kebenaran informasi, konfirmasi merupakan kata kunci agar sebuah berita dapat dipercaya. Bila belum dapat data, mungkin lebih baik ditunda penyebaran daripada kualitas beritanya buruk," katanya lagi.
Terkadang, lanjut Hendry, apabila berita keluar di media asing, media dalam negeri segera menangkap dan memberitakannya tanpa uji informasi, suatu hal yang keliru. Baiknya langsung kroscek, jadi lebih lengkap.
"Begitu pula ada pakar asing, dari lembaga atau perguruan tinggi yang bersuara, dianggap pasti benar. Sebaiknya pers mengecek afiliasi, rekam jejak, termasuk kaitan ahli itu dengan organisasi atau lembaga, untuk melihat objektivitas opininya," jelas Hendry. (TESTI PRISCILLA/B-5)









