BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar pertemuan secara virtual. Kegiatan yang dilaksanakan, belum lama ini yang diikuti Dinas Kesehatan Pulang Pisau untuk membahas membahas akselerasi capaian vaksinasi Covid-19.
“Dalam pertemuan kemarin kementerian kesehatan mengharapkan adanya percepatan vaksinasi ke depan,” kata kepala Dinkes Pulang Pisau dr Muliyanto Budihardjo, Minggu (14/02/2021).
Ia mengaku, kementerian kesehatan menargetkan capaian vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan sebanyak 80 persen.
“Kita sudah mencapai itu dan masih ada yang tertunda. Kami seoptimal mungkin untuk realisasi pemberian vaksin kepada tenaga medis,” ucap Mul.
Ia mengaku, dirinya telah menyampaikan kepada semua tenaga kesehatan di kabupaten Pulang Pisau.
--page
“Bagi tenaga kesehatan yang tengah menyusui, hamil atau ikut program kehamilan harus menyampaikan alasan. Karena ada alasan jadi tidak masuk cakupan,” ungkapnya.
Mul juga menyampaikan alasan kenapa tenaga kesehatan mendapat prioritas utama. Karena mereka (tenaga kesehatan) yang sering jadi masalah dan terjadi kasus kematian.
Dengan vaksin itu, lanjut dia, tenaga kesehatan akan terlindungi dan lebih percaya diri dan tenang dalam memberikan pelayanan.
“Dahulu kalau ada pasien yang kondisinya turun dan ada yang meninggal ada perasaan takut. Dengan pemberian vaksin ini tenaga kesehatan akan merasa lebih tenang,” jalasnya.
Mul menargetkan, pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan di kabupaten Pulang Pisau selesai pada pertengahan Februari. Karena pada akhir Februari kami menargetkan sudah menyusun format untuk vaksinasi semua SOPD.
--page
Dalam penyusunan format itu dia meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk menyiapkan data itu.
“Nanti harapan kita selain pejabat publik, awak media juga mendapat vaksinasi. Karena mobilitas wartawan dalam bertemu narasumber sangat tinggi,” tegasnya.
Dia menargetkan pada awal Maret mendatang vaksinasi kepada pejabat publik dan ASN bisa dimulai. Untuk tim sudah siap.
Mul menegaskan, vaksinasi untuk masyarakat umum akan dilaksanakan setelah vaksinasi terhadap pejabat publik selesai.
“Waktunya masih panjang. Untuk kami bekerja keras agar vaksinasi terhadap tenaga kesehatan bisa berhasil dan berjalan dengan baik,” tandasnya. (ang)








