BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya kembali menggelar rapat koordinasi membahas program vaksinasi rabies, Selasa 16 Februari 2021.
Rapat yang dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Sumardi ini dihadiri seluruh vaksinator rabies yang bekerja sama dengan Distankepang selama ini.
"Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi hasil kerja 2020 dan permulaan kerja kita yang baru di 2021, khusus untuk program vaksinasi rabies," katanya.
Selain ada wajah baru dari jajaran Distankepang, Sumardi mengatakan tidak ada perubahan besar dalam struktur vaksinator rabies Palangka Raya.
"Vaksinator rabies kita masih relawan-relawan yang lama, yang masih tetap setia membantu Distankepang. Kami sangat apresiasi langkah kerja mereka yang walaupun sangat sedikit yang bisa kami berikan untuk mereka tetapi para relawan ini benar-benar bekerja dengan rela membantu menanggulangi rabies di Kota Cantik," kata Sumardi lagi.
--page
Hal yang sama juga disampaikan Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono.
Menurutnya hingga saat ini vaksinator masih bertahan memberikan vaksin rabies kepada hewan-hewan peliharaan milik masyarakat sehingga angka penularan rabies di Kota Cantik dapat ditekan.
"Kita mendata bahwa ada sekitar 8.000 ekor hewan penular rabies atau HPR di Kota Palangka Raya yang di antaranya ada hewan anjing, kucing, dan kera. Dari data ini sekitar 90,03 persen sudah kita vaksin di tahun 2020. Kita tidak bisa katakan 100 persen karena ternyata sudah sebanyak itu yang kita vaksin, masih saja ada laporan masyarakat bahwa ada hewan yang belum divaksin. Banyaknya hewan yang mampu divaksin ini tidak lain adalah berkat kerja keras kawan-kawan vaksinator. Kalau hanya kami dari dinas yang turun untuk memberikan vaksin, tidak akan bisa sebanyak ini jumlah yang tervaksin tentunya," tegassnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)









