BORNEONEWS, Palangka Raya - Jabatan Fungsional Tertentu atau JFT Ahli Madya Medik Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, drh Berita Jaya mengatakan bahwa timbulnya kasus rabies di Kota Cantik lantaran masyarakat masih menganggap anjing sebagai hewan peliharaan, bukan hewan kesayangan.
"Di Palangka Raya ini masyarakat masih menganut paham bahwa anjing atau kucing itu adalah hewan peliharaan, bukannya hewan kesayangan," kata drh Berita Jaya pada Kamis, 18 Februari 2021.
Artinya, lanjut drh Berita Jaya, anjing dan kucing ini hanya diberi makan. Namun ketika itu dianggap sebagai hewan kesayangan maka akan dirawat, termasuk divaksin.
"Makanya banyak yang masih kena rabies karena ketika vaksinator datang untuk memberikan vaksin, ketika ditanya ini anjing siapa, tidak ada yang mengaku karena tidak mau divaksin. Tapi ketika kita mengaku mau membeli hewan ini untuk dimakan, maka akan ada yang mengakui anjing ini. Ini membuktikan bahwa anjing masih dianggap hewan peliharaan di sini, bukannya hewan kesayangan," jelasnya.
Hal ini pula yang menurut drh Berita Jaya yang menyulitkan vaksinator untuk memberikan vaksin rabies dan memberantas rabies di Palangka Raya.
--page
"Kalau masyarakat menganggap anjing sebagai hewan kesayangan maka akan senang merawat hewannya, akan disayang, termasuk akan diberikan vaksin agar selalu sehat. Itu harapan kita. Supaya kasus rabies di Palangka Raya juga bisa nol," harapnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)









