SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara, Windu Subagio meminta agar program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bisa dilakukan pengawalan sebaik-baiknya, sehingga tujuan dari program tersebut bisa berjalan sesuai harapan.

"Alhamdulillah kita ada program PSR, dan program ini kita mendapat sebesar 3400 hektar tanaman sawit. PSR ini peremajaan sawit rakyat, jadi sifatnya mengganti saja bukan menambah," kata Windu Subagio, Rabu, 10 Maret 2021.

Menurutnya, dari 3400 hektar lahan yang akan mendapat program peremajaan akan menerima dana bantuan sebesar Rp 30 juta per hektarnya, sehingga keseluruhan dana yang didapat mencapai Rp 102 Miliar.

"Karena ada dana Rp 102 milir untuk PSR. Ini perlu kita sikapi, perlu kita kawal sebaik-baiknya, karena ini merupakan program penggantian sawit tidak produktif supaya kedepan lebih produktif dengan mempergunakan bibit unggul. Supaya waktu panennya lebih cepat, dan produksinya juga lebih tinggi," ujarnya.

Windu meminta agar hal tersebut bisa menjadi perhatian bagi dinas yang membidangi, yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar bisa mengoptimalkan program tersebut.

--page

"Dinas pertanian yang membidangi perkebunan saya rasa sudah memahami. Mudah-mudahan program ini kedepan bisa mendongkrat perekonomian masyarakat kita,"  harapnya.

Perkebunan sawit yang mendapat program PSR adalah tanaman yang dianggap sudah tidak produktif, mulai dari umurnya sudah mencapai lebih 25 tahun  atau produksinya kurang dari 10 ton pertahun setiap hektarnya. (NORHASANAH/B-5)