PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), Sonedi menilai wacana pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) merupakan hal yang tepat.

“Covid-19 ini tidak terlalu berdampak besar pada teman-teman di desa. Terbanyak dampaknya di wilayah ibu kota provinsi dan kabupaten. Di kecamatan mobilitas manusia juga kurang maka juga kurang potensinya (Covid-19),” ucapnya, Rabu, 10 Maret 2021.

Ia menilai, khusus untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat rata-rata lokasi satuan pendidikan ada di wilayah kecamatan, dan ada juga beberapa yang di desa.

Sonedi melihat perkembangan pendidikan dalam satu tahun lebih selama Covid-19 masih belum optimal, apalagi dengan sistem daring yang dilaksanakan.

“Jika dirunut dari (jenjang) Sekolah Dasar (SD) sampai SMA ada generasi yang hilang. Karena proses belajar mengajar kita tidak bisa tatap muka langsung,” ujarnya.

--page

Melalui daring, lanjut dia, tidak bisa memberikan efek yang besar bagi peserta didik, termasuk menyerap ilmu pengetahuan dari guru yang menjadi tidak efektif. 

“Menurut saya memang perlu berbenah untuk menata pendidikan ini kembali. SKB menteri memang perlu diberikan sesuatu pada masing masing daerah,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-7)