TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi yang disertai petir mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Timur, Kamis, 15 April 2021.

"Hujan yang melanda beberapa wilayah di pagi ini merupakan dampak tidak langsung dari adanya siklon tropis (badai tropis) surigae di utara Papua - Maluku," kata Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu Barito Selatan, Nur Setiawan.

Dia menambahkan, dampak tidak langsung siklon tropis ini mengakibatkan kecepatan angin dan intensitas hujan juga berpotensi meningkat di wilayah yang berdekatan dengan posisi siklon tropis termasuk Kalimantan.

Karena itu, Nur Setiawan mengungkapkan, hujan yang disertai petir masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Barito Timur dalam beberapa hari ke depan.

Menyikapi kondisi cuaca tersebut, dia mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrim dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, longsor dan pohon tumbang," ujarnya.

"Hari ini hujan diperkirakan hingga jam 09.30, namun tetap kami update dengan mempertimbangkan kondisi dinamis atmosfer yang terjadi," lanjut Nur Setiawan.

Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi, juga menyampaikan imbauan yang sama agar masyarakat terutama yang berada di wilayah rawan bencana selalu waspada.

--page

"Masyarakat harus selalu berjaga-jaga dan melakukan upaya untuk menghindari resiko kerugian harta benda maupun korban jiwa akibat banjir maupun tanah longsor," pesan Riza.

Dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 derajat celsius. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 kilometer per jam. (BOLE MALO/B-11)