BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan Pemerintah Provinsi atau Pemprov Kalteng dan Bank Indonesia berkomitmen untuk mengendalikan inflasi pada momen dan selama Ramadan serta Idulfitri kali ini.
"Sebagai upaya menjaga stabilitas harga barang dan jasa selama periode Ramadan dan Idulfitri 1442 H, KPwBI Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID se-Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan high level meeting atau HLM TPID yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri," kata Rihando, Senin, 19 April 2021.
Fahrizal Fitri dalam arahannya menurut Rihando menekankan perlunya setiap daerah memperhatikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.
"Sekda juga mengimbau kepada masyarakat Kalteng untuk bijak dalam berkonsumsi dan tidak berlebihan dalam menyikapi informasi yang tidak benar atau hoax," tuturnya.
Menurut Rihando, setidaknya ada empat cara berbelanja dengan bijak. Pertama, berbelanja sesuai kebutuhan. Kedua, membandingkan harga demi memperoleh harga terbaik. Ketiga, berbelanja barang atau makan pengganti jika harga barang yang dibeli mahal. Keempat, tidak menimbun barang atau bahan makanan.
--page
"Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan secara aktif dan konsisten melakukan pemantauan harga pasar sebagai upaya check and balance kewajaran harga di pasar, memanfaatkan pasar penyeimbang, kandang penyangga, kolam penyangga dan supply chain daging ayam ras beku untuk menjaga stabilitas harga," terangnya lagi.
Melalui peran aktif masyarakat didukung oleh pemantauan yang dilakukan secara kontinyu oleh TPID, stabilitas harga barang dan jasa selama periode bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H akan tercapai. (TESTI PRISCILLA/B-6)









