BORNEONEWS, Puruk Cahu - Saat ini terjadi kerusakaan di sejumlah titik di ruas jalan Gajah Mada arah ke Kelurahan Muara Laung dan juga Muara Tuhup Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Kerusaka jalan tersebut mulai dikeluhkan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Terkait itu, Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph, Selasa, melakukan peninjauan akses jalan tersebut sekaligus melakukan pertemuan terbatas dengan unsur Kecamatan dan Kelurahan setempat.
Ada sejumlah titik ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah yang diduga kuat akibat banyaknya angkutan barang melebihi tonase yang melintasi ruas jalan tersebut.
Bupati Mura ketika itu menyampaikan bahwa kerusakan jalan akibat kendaraan angkutan jalan yang melebihi tonase, khususnya angkutan barang milik perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Laung Tuhup yang menggunkan ruas jalan tersebut.
Sehingga dirinya saat itu menyampaikan kebijakan untuk segera mengalmbil langkah antisipasi agar kerusakan jalan tidak bertambah parah.
--page
Dengan melakukan pembatasan tonase angkutan yang melintasi jalan Gajah Mada, maksimal 5 ton dan sebagai pengawasan, akan dibuat posko di pintu masuk yang siaga 24 jam untuk mengawasi setiap kendaraan yang lewat.
Apabila jelas Bupati didapati ada angkutan yang melebihi tonase akan ditahan dan dilarang untuk melintasi ruas jalan tersebut.
“Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kerusakan jalan yang semakin parah, saat ini kendaraan melebihi tonase ebas melintas, namun nantinya tidak diperbolehkan lagi. Karena biaya pemeliharaan yang tinggi dan anggaran yang sangat terbatas, sehingga harus dilakukan antisipasi,” kata Bupati.
Di bulan ini jelasnya akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, dan aturan pembatasan akan berlaku efektif per tanggal 1 Mei mendatang dan tidak akan diberiikan toleransi bagi pelanggar nantinya dan nanti akan dibentuk tim terpadu untuk menjadi petugas di Posko pengawasan.
“Kami memoohon pengertian, memaklumi, dan mendukung kebijakan yang diambil saat ini, semata untuk menjaga agar akses jalan Gajah Mada tidak bertambah rusak, karena merupakan akses vital transportasi masyarakat,” kata Bupati. (Trs)









