PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalteng menghentikan sementara moda transportasi selama 12 hari, yaitu pada 6-17 Mei 2021 dipastikan tidak mempengaruhi ketersediaan bahan pokok di Palangka Raya.

"Sekalipun ada batasan itu transportasi termasuk terkendala akibat cuaca buruk, maka ketersediaan stok tetap mencukupi," ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMK dan Perindustrian (DPKUMP) Kota Palangka Raya, Rawang, Senin.

Alasannya, karena distributor komoditas yang dikelola pemerintah yakni melalui Bulog, sejauh ini masih dapat memastikan ketersediaan sejumlah bahan pangan tersebut.

"Distribusi pangan ataupun bahan pokok dari Bulog, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan daging beku serta komoditas lainnya sejauh ini masih berjalan lancar,"jelasnya.

Meski begitu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui DPKUMP akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) maupun Bulog, guna mengantisipasi kemungkinan lainnya.

--page

"DPKUMP bersama Tim Satgas Pangan,  akan terus memantau pergerakan ketersediaan bapok, jangan sampai terjadi kelangkaan di pasaran," tutupnya. (HENDRI/B-5)