BORNEONEWS, Palangka Raya - Hanya satu jam dari Kota Palangka Raya, masyarakat sudah bisa menemukan sebuah lokasi ekowisata yakni di Pulau Salat yang terletak di Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau.
Wartawan Borneonews berkesempatan mengikuti kegiatan di Pulau Salat yang akan dipersiapkan sebagai salah satu ekowisata andalan Provinsi Kalimantan Tengah.
Bersama beberapa jurnalis dari media-media besar di Jakarta, wartawan Borneonews ambil bagian bersama tim Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS mengunjungi Pulau Salat untuk melihat secara langsung lokasi pra pelepasliaran orangutan di pulau ini.
Sekitaran dipenuhi dengan tumbuhan dan pohon-pohon besar seperti hutan pada umumnya. Bedanya, di sini pengunjung bisa melihat langsung aktivitas para individu orangutan maupun aktivitas para aktivis dalam merawat mereka.
Saat tiba di Desa Pilang yang berjarak hanya 1 jam perjalanan dari Kota Palangka Raya, rombongan langsung dijemput dengan speedboat yang kemudian membawa rombongan ke dermaga Pulau Salat.
--page
Tidak langsung bersandar di pulau, rombongan lebih dahulu diajak berkeliling Pulau Salat menggunakan Speedboat dan melihat langsung banyaknya individu orangutan yang sedang makan, bersantai, bermain, atau bahkan duduk diam memperhatikan pengunjung.
Tidak diperbolehkan terlalu dekat, rombongan diminta untuk tetap berada di speedboat dengan posisi masih di air dan tidak terlalu dekat dengan daratan. Selain agar tidak mengganggu aktivitas para orangutan, juga untuk menghindari orangutan menyerang ke arah Speedboat.
"Di sini ada 10 individu akan tetap di sini selamanya, sementara 30 individu lainnya akan dilepaskan ke taman nasional juga setelah sudah habit," kata Asisten Manager Konservasi Sustainability SSMS, Agus Darmanto menyampaikan presentasi saat menyambut rombongan.
Ke-30 individu orangutan ini menurut Agus memang dilatih agar dapat bertahan hidup di alam bebas sehingga tidak dianjurkan untuk pengunjung mendekati mereka.
"Karena tujuan kita adalah membiasakan mereka dengan lingkungan yang mengharuskan mereka bisa menjaga diri maka tidak kami sarankan pengunjung untuk mendekati mereka. Di alam bebas mereka harus bertarung untuk menjaga kehidupannya sehingga itu juga akan dilakukannya jika ada manusia yang mendekat, karena itu kita sarankan jangan dekat-dekat, karena memang itu kan tujuan kita, agar mereka bisa bertahan secara mandiri," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)









