BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan sejumlah komoditas utama ekspor Kalteng pada Maret 2021.
Di antaranya, batu bara yang masuk kelompok bahan bakar mineral, emas kelompok perhiasan/permata, minyak kelapa sawit kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, dan bijih zirconium, bijih seng, dan bijih timbal kelompok bijih, kerak, dan abu logam.
Eko mengungkapkan, peningkatan terbesar komoditas ekspor Kalteng selama Maret 2021 terhadap Februari 2021 terjadi pada perhiasan/permata yakni senilai US$ 16,23 juta atau 247,79 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$ 23,88 juta atau 55,21 persen.
"Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya yaitu bahan bakar mineral senilai US$ 8,15 juta atau 6,17 persen, karet dan barang dari karet senilai US$ 4,62 juta 63,46 persen, berbagai produk kimia senilai US$ 4,30 juta, bijih, kerak, dan abu logam senilai US$ 3,71 juta 44,32 persen, dan ampas/sisa industri makanan senilai US$ 0,62 juta atau 30,10 persen," kata Eko dalam rilisnya, Selasa, 4 Mei 2021.
Sementara itu, komoditas yang menurun selain lemak dan minyak hewani/nabati adalah kayu dan barang dari kayu yakni senilai US$ 8,98 juta atau 67,88 persen dan bahan kimia anorganik senilai US$ 0,02 juta atau 2,82 persen.
Jika dibandingkan dengan kondisi bulan Maret 2020, rata-rata nilai ekspor golongan barang pada Maret 2021 mengalami kenaikan, kecuali lemak dan minyak hewani/nabati, bijih, kerak, dan abu logam, kayu dan barang dari kayu, serta beberapa komoditas yang termasuk dalam golongan barang lainnya.
--page
Kemudian, untuk komoditas perhiasan/permata mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar yaitu senilai US$ 22,78juta selanjutnya diikuti oleh komoditas bahan bakar mineralyang mengalami kenaikan senilai US$ 10,33 juta atau 7,95 persen. Sedangkan lemak dan minyak hewani/nabati mengalami penurunan nilai ekspor terbesar senilai US$ 20,02 juta atau 50,83 persen.
"Secara kumulatif, Januari–Maret 2021 ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$ 426,30 juta dan berkontribusi sebesar 63,84 persen dari total ekspor," bebernya.
Sementara untuk lemak dan minyak hewani/nabati; kayu dan barang dari kayu, bijih, kerak, dan abu logam, serta karet dan barang dari karet yang juga merupakan komoditas unggulan ekspor Kalteng berkontribusi sebesar 28,38 persen.
Disisi lain, jika dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor sebagian besar komoditas mengalami kenaikan, kecuali
komoditas bijih, kerak, dan abu logam dan karet dan barang dari karet. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 78,34 juta atau 22,51 persen.
"Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada komoditas bijih, kerak, dan abu logam menurun senilai US$ 20,35 juta atau 42,62 persen," tukasnya. (DONNY D/B-7)









