PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari rilis BPS Kalteng Tiongkok, Jepang,
dan Singapura merupakan negara tujuan utama ekspor Kalteng pada bulan Maret 2021. Kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 72,36 persen atau senilai US$ 218,56 juta.

"Kalau untuk nilai ekspor ke Tiongkok yaitu mencapai US$ 77,40 juta atau 35,41 persen, Jepang US$ 57,98 juta 26,53 persen, dan Singapura US$22,78 juta 10,42 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Selasa, 4 Mei 2021.

Jika dibanding bulan sebelumnya, sebut dia terjadi peningkatan nilai ekspor pada Maret 2021 untuk semua negara tujuan, kecuali Jepang dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok lainnya.

Selanjutnya, untuk ekspor ke Singapura mengalami peningkatan tertinggi senilai US$ 16,23 juta atau 247,79 persen, hal itu didorong oleh peningkatan ekspor perhiasan/permata senilai US$ 16,23 juta.

"Persentase peningkatan ekspor terbesar terjadi pada ekspor ke Malaysia sebesar 36.500,00 persen, ini didorong oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$ 7,32 juta," tuturnya.

--page


Sementara itu, ekspor ke Jepang mengalami penurunan yaitu senilai US$ 20,30 juta atau 25,93 persen. Menurunnya ekspor ke Jepang tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral senilai US$ 11,87 juta serta kayu dan barang dari kayu senilai US$ 7,45 juta.

Sedangkan penurunan ekspor pada kelompok negara tujuan lainnya mengalami penurunan senilai US$ 26,36 juta atau 79,42 persen, hal ini disebabkan oleh menurunnya ekspor ke Pakistan dan Guinea masing-masing senilai US$ 13,72 juta dan US$ 11,26 juta.

Berikutnya, jika dibandingkan kondisi bulan yang sama pada tahun sebelumnya,di bulan Maret 2021 terjadi peningkatan nilai ekspor hampir di semua negara tujuan ekspor utama kecuali Jepang, Malaysia, dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok lainnya.

Ekspor ke Singapura mengalami peningkatan terbesar yang mencapai US$ 22,78 juta. Peningkatan ekspor ke Singapura didorong oleh peningkatan ekspor perhiasan/permata senilai US$ 22,78 juta.

Selanjutnya, ekspor ke Tiongkok mengalami peningkatan yaitu senilai US$17,42 juta atau 29,04 persen. Peningkatan ekspor ke Tiongkok ini disebabkan oleh peningkatan ekspor bahan bakar mineral senilai US$ 22,13 juta.

"Jadi secara kumulatif dari Januari–Maret 2021, Tiongkok menempati posisi pertama negara tujuan ekspor Kalteng. Ekspor ke Tiongkok selama Januari–Maret 2021 senilai US$ 242,21 juta dan berkontribusi sebesar 36,27 persen dari total ekspor," terangnya.

"Sedangkan ekspor ke Jepang pada periode yang sama yakni senilai US$ 194,60 juta dan berkontribusi sebesar 29,14 persen kemudian ekspor ke India berada di posisi ketiga dengan nilai kumulatif senilai US$ 69,52 juta dan berkontribusi sebesar 10,41 persen," tukasnya. (DONNY D/B-7)