BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan saat ini Kalteng berada dalam resiko sedang atau zona orange Covid-19. Namun, terjadi penurunan 0,03 jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
“Jika dilihat secara keseluruhan, Provinsi Kalteng berada pada Resiko Sedang (Zona Orange) dengan skor 2,01 status terdampak,” kata Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui Kepala Bidang Kehumasan, Agus Siswadi, Senin, 31 Mei 2021.
Hal ini berdasarkan Rilis Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 dari setiap indikator seperti indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
Indikator tersebut diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dikategorisasikan menjadi empat zona risiko.
“Empat zona risiko yaitu Zona Risiko Tinggi (0 – 1,8), Zona Risiko Sedang (1,9 – 2,4), Zona Risiko Rendah (2,5 – 3,0), dan zona tidak terdampak atau tidak tercatat kasus Covid-19 Positif,” tambahnya.
--page
Tim Satuan Tugas Kalteng menegaskan kepada Bupati/Wali Kota untuk terus memperhatikan zonasi resiko kenaikan kasus penyebaran Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan masyarakat yang ada di masing-masing wilayah.
Satgas juga meminta kepada bupati-wali kota terus menerus meningkatkan sinergis upaya percepatan pemutusan penyebaran Covid-19. Tentunya dengan harapan seluruh kabupaten-kota di Kalteng dapat menjadi zona hijau.
Di sisi lain, imbauan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan atau Prokes terus digaungkan. Hal itu sangat penting karena prokes menjadi kunci dalam mencegah bahkan mengakhiri Covid-19.
"Kuncinya protokol kesehatan. Upaya lainnya vaksinasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul.
Dia menambahkan, Prokes tidak hanya terkait dengan penggunaan masker. Namun juga harus dibarengi dengan razin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
--page
Menurutnya, Prokes sangat efektif mencegah penularan penyakit menular. Tidak hanya Covid-19, tapi juga menyakit menular lainnya. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prokes, termasuk jika seseorang sudah menjalani vaksinasi. (HERMAWAN DP/B-7)









