BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Ketapang Sampit memiliki cara berbeda dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Bukan baca tulis dan hitung (Calistung) melainkan para calon peserta diwajibkan membawa tanaman ke sekolah.
"Tanaman yang mereka bawa ini digunakan sebagai media seleksi untuk memasuki SDN 4 Ketapang yang merupakan sekolah ramah anak dan sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2015," jelas Asykuriah, salah seorang guru di SDN 4 Ketapang Sampit, Kamis (3/6).
Dengan media tanaman yang mereka bawa, calon peserta didik menyebutkan warna daun, warna bunga atau warna buah pada tanaman yang mereka bawa masing-masing.
Ketua Tim Seleksi PPDB di SDN 4 Ketapang, Efrilinda Manurung menjelaskan, sesuai dengan Permendikbud no 1 tahun 2021 bahwa seleksi calon peserta didik baru kelas 1 SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis dan berhitung.
"Karena itu kami panitia pelaksana penerimaan peserta didik baru tahun 2021/2022 menggunakan metode sederhana dan menyenangkan untuk tes penerimaan ini. Dengan mempertimbangkan usia anak dan kondisi psikologis mereka pascalulus dari taman kanak-kanak yang tentunya mereka masih gemar bermain," ujarnya.
--page
Kepala SDN 4 Ketapang Erniati mengatakan, kegiatan itu sebagai seleksi dan sekadar pendataan kemampuan anak. Ini dimaksud agar sekolah dapat melihat dan menilai kesiapan anak secara emosional dan juga intelektual.
"Sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengetahui sejauh mana anak memiliki kemampuan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai program di sekolah ini ," pungkas Erniati. (MAGANG 2/B-7)









