SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menanggapi meningkatnya potensi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan sejumlah kebijakan guna melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan. Langkah ini sekaligus menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang aman dan nyaman.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda, menyampaikan beberapa ketentuan yang wajib dipedomani oleh seluruh satuan pendidikan di wilayahnya.

"Dalam rangka melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan akibat meningkatnya potensi bencana kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan, serta menjamin keberlangsungan layanan pendidikan yang aman dan nyaman, berikut disampaikan langkah-langkah yang wajib dipedomani oleh satuan pendidikan," ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjabarkan seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.  Satuan pendidikan yang lingkungannya terdampak kabut asap diperbolehkan memundurkan jam masuk sekolah dari pukul 06.30 WIB menjadi pukul 07.30 WIB, atau menyesuaikan jam masuk sesuai kondisi, situasi, dan jarak pandang di lokasi masing-masing.

"Kami juga memberikan kewenangan kepada satuan pendidikan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring melalui kegiatan Belajar dari Rumah (BDR), " ungkapnya. 

Namun ia menegaskan dalam pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan koordinator wilayah kecamatan dan dilaporkan secara berjenjang kepada Kepala Bidang Pembinaan masing-masing.

"Poin pemunduran jam masuk dan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bersifat situasional, " imbuhnya. 

Kebijakan tersebut berlaku sampai kualitas udara kembali baik dan sehat, yang dapat dipantau melalui aplikasi ISPUnet atau laman situs Kementerian Lingkungan Hidup, serta mengacu pada penetapan status tanggap darurat Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Kami berharap dengan kebijakan ini dapat menjadi pedoman bagi sekolah dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar agar tetap efektif sekaligus menjaga keselamatan seluruh warga sekolah di tengah kondisi udara yang belum menentu, " harapnya. (DEVIANA/y)