PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO berhasil mencatatkan kenaikan di atas 7 persen di sepanjang April 2021. Rata-rata harga CPO pada 2021 diproyeksikan naik menjadi 3.000 ringgit per ton dari sebelumnya 2.600 ringgit per ton.

Sementara itu, target harga CPO pada tahun 2022 juga ditingkatkan 17 persen ke level 3.050 ringgit per ton. CFO SSMS, Hartono Jap menyebutkan harga CPO jika merujuk data bursa derivatif Malaysia, Jumat 7 Mei 2021 menembus 4.425 ringgit per ton untuk kontrak pengiriman Juli 2021.

"Harga CPO sejak awal tahun hingga 7 Mei 2021 (year to date) melonjak sebesar 22,92 persen dari 3.600 ringgit per ton di akhir Desember 2020," kata Hartono, Jumat, 4 Juni 2021.

Untuk menangkap peluang bisnis di tengah tren harga CPO, Hartono menyebutkan SSMS menargetkan CPO pada 2021 ini sebanyak 520 ribu ton atau berpotensi meningkat 10-15 persen dari produksi 2020.

Untuk menyokong kinerja keuangan di tahun ini, Hartono mengatakan SSMS mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure/capex senilai Rp 550 miliar yang bersumber dari kas internal.

--page

Capex akan digunakan untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur, yakni jalan di areal perkebunan dan memutakhirkan sistem teknologi informasi (TI).

"Untuk sistem TI, kami sudah menerapkan digitalisasi perkebunan yang mudah diakses gawai dan terintegrasi dengan sistem ERP (enterprise resource planning). Penerapan digitalisasi ini sejalan dengan program pengembangan kualitas SDM untuk menyongsong revolusi industri 4.0 di industri perkebunan dan masa pandemi ini. Untuk itu kami sudah mempersiapkan pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) para karyawan kami berdasarkan kebutuhan kerja," ucap Hartono menjelaskan. (TESTI PRISCILLA/B-6)